Dulu Berkategori Desa Tertinggal, Kini Wangisagara Punya BUMDes Beromzet Rp30 Miliar
Selain itu, Neneng mengakui BUMDes belum optimal dalam mengelola aset-aset yang ada. Meski bernilai fantastis Rp16 miliar, BUMDes Niaraga belum memiliki sumber daya manusia (SDM) khusus dalam penataan aset.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono bersyukur saat ini semakin banyak BUMDes di Jawa Barat yang telah berhasil sehingga berkontribusi terhadap pemasukan kas desa.
Meski begitu, dia memastikan perlu pendampingan terhadap perusahaan pelat merah tersebut agar kinerjanya semakin baik sehingga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah punya kewajiban untuk memberikan pendampingan tentang tata kelola keuangan, aset. Salah satunya melalui program Akasara (Akademi Desa Juara)," kata Tirtoyuliono.
DPMD Jabar, ujar Tirtoyuliono, akan membantu pengrajin yang diberdayakan BUMDes Niagara agar menghasilkan produk dengan desain yang baik dan sesuai keinginan pasar.
"Termasuk membantu untuk membuka akses pasar, seperti memberi pelatihan digital marketing dan mempertemukan dengan offtaker," ujarnya.
Editor: Agus Warsudi