Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Megamendung, Perwakilan FPI Kembali Tak Hadir di Polda Jabar
Advertisement . Scroll to see content

Dimintai Keterangan terkait Megamendung, Ini Kata Epidemiolog Unpad

Selasa, 24 November 2020 - 20:30:00 WIB
Dimintai Keterangan terkait Megamendung, Ini Kata Epidemiolog Unpad
Massa pendukung dan simpatisan saat menyambut kedatangan Habib Rizieq di Megamendung, Bogor, Jumat 13 November 2020. (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat meminta keterangan epidemiolog atau pakar epidemi dari Fakultas Kedokteran (FK) Unpad Bandung dr Panji Fortuna Hadisoemarto MPH, Selasa (24/11/2020). Dokter Panji memberikan keterangan seputar risiko penularan Covid-19 di tengah kerumunan massa seperti yang terjadi di Megamendung, Kabupaten Bogor pada Jumat 13 November 2020 lalu.

"Tadi penyidik menanyakan seputar epidemiologi Covid-19. Jadi lebih ke penyebaran, penularannya, dan penanganannya," kata dr Panji kepada wartawan di Mapolda Jabar.

Saat diperiksa penyidik, Panji mengemukakan, hanya diminta menjawab 17 pertanyaaan. "(Pertanyaan) tidak ada yang spesifik (soal Megamendung). Memang (lebih) spesifik epidemiologi Covid-19. Jadi berdasarkan buku teks seputar Covid dan penanggulangannya khususnya tentang penyebaran covid dalam kerumunan," ujar Panji.

Kabid Tibum Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto mengatakana, penyidik mengajukan 37 pertanyaan terkait penanganan dan pengamanan kerumunan massa yang terjadi di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor dan dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

"Saya hanya kasih keterangan tambahan. Ada 37 pertanyaan seputar penanganan dan pengamanan kerumunan di Gadog (Megamendung). Ya kalau dikatakan melanggar yang jelas kami tidak memberikan izin ya di Megamendung. Kalau masalah pelanggaran nanti dibahas lebih lanjut oleh pimpinan di Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor," kata Teguh.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut