Diduga Lahan Berpindah Tangan, Petani Penggarap di Bantaran Waduk Saguling KBB Terusir
"Ya katanya udah dibeli oleh orang kaya yang tinggal di daerah Kota Baru sini. Tapi aneh juga, lahan perusahaan bisa diperjualbelikan," tanyanya.
Menurutnya, lahan tidur itu dulunya memang penuh semak belukar serta alang-alang hampir setinggi orang dewasa. Setelah susah payah merawat lahan tersebut dengan cara mencabuti rumput liar serta mencangkul tanah agar gembur, dia dijanjikan diberi uang Rp2 juta oleh sang pembeli lahan.
"Namun sudah bersih, saya disuruh pergi dan uang yang dijanjikan juga gak pernah ada," kata pria yang sehari-hari harus menggunakan perahu tongkang menyeberangi genangan Waduk Saguling untuk beraktivitas.
Dirinya berharap PT Indonesia lebih memperhatikan petani kecil daripada orang-orang kaya untuk memanfaatkan lahan tidur. Apalagi, para petani telah menggarap sejak puluhan tahun dan menggantungkan pendapatan dari hasil tanah tersebut.
"Kalau bisa perhatikan petani kecil seperti kami, karena kalau kami kan hanya untuk menyambung hidup menggarap lahan tidur itu bukan untuk menguasai," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran, puluhan hektare lahan Indonesia Power di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, yang berbatasan dengan kawasan Kota Baru Parahyangan telah diperjualbelikan. Lahan garapan itu dijual dengan harga fantastis antara Rp8-20 juta, tergantung dari luasnya.
Editor: Asep Supiandi