Dedi Mulyadi Yakin Ada Obat Herbal Efektif Lawan Covid-19
"Saya pikir negara hari ini butuh kecerdasan orang untuk berpartisipasi. Saat melawan musuh, itu peluru, peluru habis berkelahi pakai pisau, tapi kalau pakai katapel bisa membunuh, ya tidak masalah kan?" ujarnya.
Karena itu, terhadap obat yang terbukti menyembuhkan dan tanpa efek samping, Dedi menilai, BPOM harus cepat tanggap melakukan analisa dan mengumumkan secara cepat pada khalayak, apakah obat tersebut layak atau tidak dikonsumsi.
"Jadi dengan upaya ini, BPOM juga memberi banyak ruang untuk penyembuhan, dalam situasi ini akan ada juga yang memanfaatkan situasi, artinya BPOM harus tetap selektif," katanya.
Selain menekan jumlah pasien positif, Dedi meyakini, efisiensi anggaran dapat diraih jika BPOM sigap dan bisa menyederhanakan prosedur pengajuan obat-obatan.
"Ketika ada obat-obatan yang mampu menyembuhkan 4 hari maksimal, itu lebih baik dibanding harus menjadikan hotel sebagai tempat isolasi, isolasi di hotel itu tidak murah," ujarnya.
Upaya-upaya extraordinary itu dinilai Dedi akan membantu percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, kata dia, prosedur standar hanya akan memperlambat dan membuat warga putus asa.
Editor: Asep Supiandi