Dedi Mulyadi: Silakan Kritik IKN Nusantara tapi Jangan Rasis
Saat ini, tutur Kang Dedi, yang harus dipikirkan ke depan adalah bersama-sama untuk tetap menjaga IKN agar dibangun dalam tata ruang memadai tanpa merusak Kalimantan.
“Sehingga ruang-ruang konservasi sebagai paru-paru dunia harus menjadi sendi utama dalam kebijakannya. Pertumbuhan ekonomi bisa selaras dengan pelestarian lingkungan. Prinsip-prinsip itulah yang harus kita jaga bersama dibanding kita terus menerus berkonflik yang melahirkan isu SARA,” tutur Kang Dedi.
Untuk itu, kata Kang Dedi, mengajak semua pihak berhati-hati dalam menjaga lisan dan memilih kata-kata yang tepat saat menyampaikan pendapat di muka umum.
“Karena hari ini abad digital akan sangat cepat orang bereaksi. Bisa jadi apa yang kita sampaikan di hatinya tujuan bukan itu tapi publik bisa menafsirkan hal berbeda,” ucapnya.
Diketahui saat ini masyarakat kembali heboh dengan pernyataan yang mengandung isu SARA. Pernyataan tersebut dilontarkan Edy Mulyadi yang menyebut IKN Nusantara di Kalimantan adalah tempat jin buang anak.
Hal tersebut menyulut emosi khususnya warga Kalimantan yang tidak terima tanah kelahirannya disebut dengan istilah tidak pantas dan cenderung mengarah pada isu SARA.
Editor: Agus Warsudi