Dedi Mulyadi Minta Pemotong Dana Kompensasi Sopir Angkot Diproses meski Sudah Dikembalikan
BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa BaratDedi Mulyadi menyebut tindakan pemotongan dana kompensasi untuk sopir angkot di Kabupaten Bogor sebagai bentuk premanisme yang tidak dapat ditoleransi. Bahkan meskipun uang yang sempat dipotong telah dikembalikan.
Uang tersebut merupakan dana kompensasi yang diberikan kepada sopir angkot agar tidak beroperasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2025/1446 Hijriah.
"Alhamdulillah kabarnya uangnya sudah dikembalikan. Tapi tetap, itu tindakan premanisme, meski dilakukan oleh pegawai berseragam atau kelompok organisasi," ujar Dedi melalui akun Instagram resminya @dedimulyadi71 dikutip Senin (7/4/2025).
KDM-sapaan akrab Dedi Mulyadi menegaskan proses hukum terhadap pelaku tetap akan dilanjutkan. Dia juga meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda Jabar untuk menelusuri serta mengusut tuntas kejadian tersebut.
Sebelumnya, Dedi menyampaikan keprihatinannya atas ulah oknum yang memotong sebesar Rp200.000 dari dana kompensasi Rp1 juta yang diberikan kepada sopir angkot.