Debat Publik II Pilgub Jabar Berlangsung Ricuh, Ini Kata Timses Duo DM
Kendati demikian, kata Adi, timnya akan tetap fokus pada aktivitas program pemenangan dan melanjutkan kampanye yang waktunya hanya tersisa sekitar satu bulan lagi. “Terlebih sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan. Kita harus lebih banyak menjaga hati, pikiran dan tindakan dari hal-hal yang tidak perlu. Kami tidak mau terganggu dengan hal-hal lain yang membuyarkan fokus kerja-kerja kami. Kami akan fokus saja,” kata Adi.
Sebelumnya diberitakan, debat publik putaran kedua Pilgub Jabar yang semula berlangsung tertib dan lancar mendadak ricuh, Senin (14/5/2018) malam. Terjadi kegaduhan antarpemdukung di segmen akhir, saat paslon menyampaikan pernyataan penutup. Kegaduhan muncul setelah pasangan Sudrajat-Ahmad Syaiku (Asyik) memberikan pernyataan.
”Warga Jabar yang saya cintai, Sudarajat dan Syaikhu tidak pernah jadi bupati dan gubernur. Pengalaman-pengalaman saya di luar, di tingkat nasional. Namun akan saya bawa untuk membangun Jabar maju dan bertakwa. Pilihlah nomor 3, Asyik. Kalau pilih 3, Asyik, Insya Allah 2019 ganti presiden,” kata Sudrajat di panggung debat.
Mendengar pernyataan ”2019 ganti presiden”, massa pendukung langsung gaduh. Kegaduhan terutama dari pendukung Hasanuddin-Anton Charliyan. Ruang Balairung UI pun memanas. Karena situasi tak kondusif, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang mestinya giliran memberikan pernyataan penutup pun mundur. Mereka sempat menunggu massa tenang, namun kegaduhan berlanjut.
Editor: Maria Christina