Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Berenang di Sungai Cisanggarrung Cirebon, 2 Pelajar SMP Tenggelam Belum Ditemukan
Advertisement . Scroll to see content

Cirebon, Titik Awal Penyebaran Islam di Jawa Barat

Sabtu, 15 Juni 2024 - 05:39:00 WIB
Cirebon, Titik Awal Penyebaran Islam di Jawa Barat
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Kurnia Illahi/iNews.id).
Advertisement . Scroll to see content
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Kurnia Illahi/iNews.id).
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Kurnia Illahi/iNews.id).

Pangeran Walangsungsang, yang kemudian diberi nama Somadullah oleh Syekh Nur Jati, memulai pembukaan hutan di Lemahwungkuk, yang sekarang dikenal sebagai Dukuh Tegal Alang-Alang atau Desa Caruban. 

Desa ini berkembang menjadi pusat perdagangan, pertanian dan perikanan yang ramai, dihuni oleh berbagai suku bangsa.

Pangeran Walangsungsang menggantikan Danusela sebagai Kuwu Carbon kedua dengan gelar Pangeran Cakrabuana pada 1447 Masehi. Atas bimbingan Syekh Nur Jati, dia dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Makkah, menandai komitmen mereka terhadap Islam.

Kabupaten Cirebon terus memainkan peran penting dalam sejarah Jawa Barat, tidak hanya sebagai pusat perdagangan dan pertanian tetapi juga sebagai saksi bisu penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Pangeran Walangsungsang, yang dikenal dengan gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang atau Hajah Sarifah Mudaim, menorehkan jejak penting dalam pembentukan identitas Cirebon sebagai negara merdeka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut