Ceruk Ekspor Non-Migas Terbuka Lebar, Jabar Akselerasi Pertumbuhan Eksportir Milenial
Meski peluang terbuka lewat program ECP, Iendra memastikan proses seleksi dan kurasi diberlakukan pihaknya mengingat kemampuan dan semangat tiap peserta berbeda-beda. Dari 150 eksportir yang mendaftar ECP, hanya seperlima yang siap melakukan ekspor. "Bukan sisanya kita biarkan, tapi kami terus bina untuk lebih siap lagi melakukan ekspor," tuturnya.
Menurutnya, program ECP akan menjadi filter bagi eksportir milenial yang tangguh karena peserta harus melewati enam tahap. Peserta diberikan pengetahuan mengenai riset pasar negara tujuan ekspor hingga mencari data calon buyer (pembeli).
Lalu, ada korespondensi bisnis, informasi dan peluang pasar dari perwakilan dagang di negara tujuan ekspor serta persiapan business matching. "Jadi tidak langsung ekspor, tidak langsung container, tapi bertahap," kata Iendra.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar Bambang Pramono mengatakan, ekonomi global saat ini menghadapi tantangan cukup berat, salah satunya staglasi, yakni kondisi ekonomi yang melambat dan biasanya disertai dengan kenaikan harga-harga pokok (inflasi).
Ekspor yang terus tumbuh diharapkan bisa menghindarkan kondisi ekonomi nasional dari ancaman tersebut. Bambang juga menilai, pertumbuhan eksportir milenial bisa membantu pertumbuhan ekonomi Jabar yang nilai ekspornya kini menopang 43 persen ekonomi Jabar.
Menurut Bambang Pramono, eksportir milenial yang disokong teknologi serta kebijakan pemerintah akan menjadi eksportir yang mumpuni. "Ada banyak sektor yang bisa didorong ekspor, seperti maritim, pertanian, ini menjadi kesempatan kita untuk menggali potensi," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar.