Cerita Bungker bagi Pembangkang di Majalengka, Dibangun Belanda Digunakan Jepang
Terkait tahun pasti pembuatan, belum diketahui secara jelas. Namun, berdasarakan penuturan, jelas dia, Bungker itu dibuat bersamaan dengan pembangunan markas tentara Belanda, yang kini dijadikan sebagai Markas Kodim 0617/Majalengka.
“Kodim ini dibangun tahun 1923. Awalnya bangunan Kodim itu untuk markas Belanda. Markas Belanda itu, dilengkapi juga dengan fasilitas pendukungnya, salah satunya Bungker ini,” ujar dia.
Bungker Jepang sendiri, jelas dia, dalam perjalanannya pernah kembali ke tangan penjajah Belanda. Hal it terjadi ketika penjajahan Jepang berakhir dengan kembali datangnya penjajah Belanda.
“Dibangun oleh penjajah Belanda, lalu dimanafatkan oleh Jepang, dan kembali dikuasai Belanda ketika Jepang kabur. Penguasaan Belanda yang kedua ini sampai denaan akhir masa penjajahan,” tutur dia.
Dari sisi bangunan, Bungker Jepang itu terdapat dua buah dengan ukuran yang sama. Tiap Bungker terdapat dua pintu yang terdapat di bagian ujung kiri dan kanan. Saat MPI masuk, luas ruang dalam Bungker sekitar 5 meter, yang menyambung antara satu pintu dengan pintu lainnya. Saat ini, Pintu di setiap Bungker masih tampak terpasang dengan baik. Pintu sendiri terbuat dari Besi yang cukup tebal.