Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karomah Mbah Bolong, Buat Lubang di Masjid Sunan Ampel Tembus Kakbah
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Senapan, Ini Karomah Kiai Abbas Buntet saat Pimpin Perang 10 November

Rabu, 09 November 2022 - 16:50:00 WIB
Bukan Senapan, Ini Karomah Kiai Abbas Buntet saat Pimpin Perang 10 November
Peristiwa perang 10 November 1945 di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari sosok Kiai Abbas Buntet Pesantren, Cirebon. (Foto: Arsip Nasional)
Advertisement . Scroll to see content

Siapa “Macan dari Cirebon’? Sosok yang dimaksud adalah Kiai Abbas, pemimpin pesantren tua yang berdiri sejak abad 17. Kiai Abbas adalah ulama yang tidak hanya dikenal dengan keluasan pengetahuan agamanya, tetapi juga dikenal memiliki ilmu kanuragan/bela diri tingkat tinggi dan ilmu supranatural yang mumpuni. Kiai Abbas juga terlibat dalam penyusunan Resolusi Jihad.

Sesampainya di Surabaya, Kiai Abbas memerintahkan para laskar dan pemuda-pemuda yang akan berjuang melawan penjajah untuk mengambil air wudu dan meminum air yang telah diberi doa.

Setelah meminum air yang telah diberi doa, para pemuda dan rakyat tanpa mengenal takut langsung menyerang tentara Belanda dengan hanya bersenjatakan bambu runcing, dan parang.

Melihat keberanian pemuda Indonesia, para tentara Belanda menghamburkan pelurunya ke segala arah. Korban dari kalangan pemuda sangat banyak sekali. Namun banyak juga serdadu Belanda yang tewas di ujung bambu runcing.

Dalam pertempuran itu, Kiai Abbas dan para kiai lainnya berada di tempat yang agak tinggi, hingga bisa memantau jalannya pertempuran. Dengan menggunakan sandal bakyak, Kiai Abbas berdiri tegak di halaman masjid sambil berdoa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut