Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Laskar Hizbullah, Pasukan Ulama dan Santri di Pertempuran 10 November Surabaya

Minggu, 06 November 2022 - 08:14:00 WIB
Kisah Laskar Hizbullah, Pasukan Ulama dan Santri di Pertempuran 10 November Surabaya
Makam komandan Laskar Hizbullah KH Masjkur. (Foto: MPI/Avirista Midaada).
Advertisement . Scroll to see content

MALANG, iNews.id - Pertempuran 10 November menggerakkan seluruh kekuatan massa, termasuk Laskar Hizbullah. Di bawah komando KH Masjkur, pasukan ulama dan santri ini berangkat dari Malang menuju Kota Surabaya untuk membantu menumpas tentara Belanda dan sekutu

Pemerhati sejarah Malang Agung H Buana menyatakan, KH Masjkur menjadi satu dari sekian ratusan orang yang dilatih untuk menjadi pasukan cadangan dari PETA. Pasukan cadangan yang dinamakan Hizbullah ini memang seluruhnya beranggotakan muslim, yang dilatih tentara Jepang dan PETA di daerah Cibarusah yang sekarang masuk daerah Bekasi.

"Jadi pemerintah Jepang itu membentuk tentara PETA untuk membantu mereka dalam menghadapi perang dunia ke-2, menghadapi sekutu. Laskar Hizbullah itu penempatannya sebagai pasukan cadangan, karena permintaan dari para ulama, sehingga tokoh-tokoh Islam waktu itu kurang lebih ada 500 orang itu dilatih di bawah tentara Jepang dan PETA," ucap Agung H Buana. 

Selain dilatih secara militer, para tokoh-tokoh Islam ini juga dipersenjatai oleh tentara Jepang sebagai tentara cadangan. Ketika pelatihan sudah selesai, sebanyak sekitar 500 pasukan ini akhirnya diminta kembali ke daerah masing-masing dan mendirikan pasukan-pasukan Hizbullah di daerahnya.

"Salah satu pasukan Hizbullah ini adalah KH Masjkur yang ada di Singosari. KH Masjkur inilah yang membentuk Hizbullah di Malang, bersama Mayjen Imam Soedja'i, dia adalah Panglima Divisi Untung Suropati TKR yang membawahi Malang dan sekitarnya karasidenan," tuturnya.

Setelah pasukan terbentuk, KH Masjkur dan Mayjen Imam Soedja'i memberikan latihan kepada para pasukan dan santri - santri dari sejumlah pondok pesantren di Malang dan sekitarnya. Bahkan secara khusus KH. Masjkur juga memberikan pelatihan kepada para santri-santri di pondok pesantren (Ponpes) Bungkuk Singosari, sebelum akhirnya pasukan Hizbullah berangkat ke Surabaya untuk bertempur melawan tentara sekutu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut