Bocah Pemabuk Kabur dari Pesantren Ciroek Purwakarta, Kenapa?
Kang Dedi menyatakan, tradisi dimandikan pada malam hari di Pesantren Ciroek adalah hal biasa. Terlebih di badan F masih banyak energi negatif yang harus dibersihkan.
“Ini (dalam diri F) terlalu banyak energi negatif. Moro bagong (berburu babi hutan), minum (miras), obat-obatan. Kan harus dibersihkan pakai air mengandung energi yang mampu membugarkan tubuh dan memperbaiki syaraf-syaraf otak,” ujar Kang Dedi.
Selain tidak betah, F beralasan kabur karena takut dipukul karena tidak mau saat diminta memijat oleh sesama santri. Sehingga ia memilih kabur dengan cara menjebol plafon dan naik ke atap pesantren.
Untuk memastikan hal tersebut Dedi pun langsung melakukan panggilan telepon dengan pengurus pesantren. Dari penjelasan pengurus rupanya sejak hari pertama F sudah berusaha kabur dengan menjebol plafon.
“Hari pertama itu sudah terpisah tapi plafon sama genteng dirusak, dijebolin. Akhirnya dititip sementara ke bangunan yang lebih kokoh,” ucap seorang ustaz yang di telepon Dedi.