Bisnis Logistik Makin Menggiurkan, Potensi Capai Rp4.000 Triliun
"Melihat potensi yang begitu besar ini, kami harus berkolaborasi dengan pesantren. Kami memperkenalkan Pos tak hanya sebagai postel company, tapi juga sebagai perusahaan yang melayani kurir, logistik, dan financial services," ujar Ana.
Kehadiran MyPos, tutur Ana, akan memudahkan pesantren, pelaku usaha, dan lingkungan di sekitar pesantren melakukan pengiriman barang. Tak hanya itu, Agen MyPos juga melayani transaksi keuangan, seperti pembayaran listrik, PDAM, pulsa, pengiriman uang, dan lainnya.
Ana juga berharap, MyPos pesantren akan menjadi entry point dibukanya layanan logistik. Pada tahun 2024, potensi bisnis logistik diperkirakan mencapai Rp4.000 triliun. Jika Pesantren bisa menyerap sebagian ceruk bisnis ini, maka pesantren akan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi.
Tak hanya membidik pesantren, Pos Indonesia juga akan terus meningkatkan jaringan MyPos di semua lini. Targetnya, MyPos hadir di seluruh desa di Indonesia. Saat ini, Pos Indonesia telah memiliki 4.500 Kantor Pos dan 50.000 jaringan agen, serta terhubung dengan 228 negara.
Sementara itu, PT Pos Indonesia (Persero) meresmikan tiga Agen MyPos di lingkungan pesantren di Jawa Barat. Seremonial pembukaan Agen MyPos dilakukan di Al Wafi Islamic Boarding School, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Senin (18/4/2022).