Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB
Untuk negara seluas Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta, ungkap Hakim, jumlah astronom sangat kurang. Jika dibandingkan Jepang dengan jumlah penduduk 180 juta, memiliki 20.000 astronom.
Sedangkan Amerika Serikat mencapai 100.000 astronom dan ditambah astronom amatir yang mencapai 2 jutaan orang. Amerika Serikat memang negara yang memiliki kultur space exploration. Sedangkan Eropa tidak spesifik satu negara, tapi lebih memilih konsorsium dalam riset dan penjelajahan luar angkasa.
Sedangkan Indonesia, baru hitungan puluhan. Astronom aktif di Indonesia itu tidak lebih dari 50 orang. Karena memang penerimaan mahasiswa astronomi tidak banyak. Dalam setahun hanya 50 mahasasiwa.
Setelah lulus dan bekerja secara profisional dalam profesinya sebagai astronom yang linear, juga tidak banyak. Sebab bukan karena tidak ada minat tatapi lembaga keantariksaan di Indonesia memang belum banyak dikembangkan baik oleh pemerintah maupun sekstor swasta.
"Bagi Amerika, mereka memiliki spirit sebagai pioner. Mereka mencoba menjadi nomor satu dalam menjelajahi luar angkasa. Kemudian kita, lebih banyak memfollow up apa yang telah mereka lakukan," pungkas Hakim.
Editor: Agus Warsudi