Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bosscha: Hilal 1 Ramadhan 1447 H Tak Bisa Diamati Hari Ini, Pengamatan Dilakukan Besok
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB

Rabu, 04 November 2020 - 10:27:00 WIB
Benarkah Ada Kehidupan Lain di Luar Angkasa? Ini Penjelasan Pakar Astronomi ITB
Sosok alien digambarkan sebagai makhluk hidup yang menghuni planet lain. Foto/Istimewa
Advertisement . Scroll to see content

Untuk negara seluas Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta, ungkap Hakim, jumlah astronom sangat kurang. Jika dibandingkan Jepang dengan jumlah penduduk 180 juta, memiliki 20.000 astronom.

Sedangkan Amerika Serikat mencapai 100.000 astronom dan ditambah astronom amatir yang mencapai 2 jutaan orang. Amerika Serikat memang negara yang memiliki kultur space exploration. Sedangkan Eropa tidak spesifik satu negara, tapi lebih memilih konsorsium dalam riset dan penjelajahan luar angkasa.

Sedangkan Indonesia, baru hitungan puluhan. Astronom aktif di Indonesia itu tidak lebih dari 50 orang. Karena memang penerimaan mahasiswa astronomi tidak banyak. Dalam setahun hanya 50 mahasasiwa.

Setelah lulus dan bekerja secara profisional dalam profesinya sebagai astronom yang linear, juga tidak banyak. Sebab bukan karena tidak ada minat tatapi lembaga keantariksaan di Indonesia memang belum banyak dikembangkan baik oleh pemerintah maupun sekstor swasta.

"Bagi Amerika, mereka memiliki spirit sebagai pioner. Mereka mencoba menjadi nomor satu dalam menjelajahi luar angkasa. Kemudian kita, lebih banyak memfollow up apa yang telah mereka lakukan," pungkas Hakim.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut