Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Program Ridwan Kamil Mulai Tunjukkan Hasil, Petani Milenial Panen Puluhan Ton Jagung Hibrida
Advertisement . Scroll to see content

Basement Lapas Sukamiskin Bandung Disulap dari Ruangan Angker Jadi Produktif

Jumat, 09 Juli 2021 - 09:53:00 WIB
Basement Lapas Sukamiskin Bandung Disulap dari Ruangan Angker Jadi Produktif
Lapas Kelas 1 Sukamiskin Bandung membudidayakan jamur tiram di salah satu basement yang sebelumnya jarang disentuh dan angker. (Foto:  Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Namanya sudah sangat dikenal, karena penjara ini dipakai sebagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bagi warga binaan yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (tipikor) di Indonesia. Tempat tersebut adalah Lapas Kelas I Sukamiskin yang berada di Jalan AH Nasution, Arcamanik, Kota Bandung

Lapas yang dibangun pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1918, dengan desain gaya Eropa ini dirancang oleh arsitek Prof. CP Wolff Schoemaker. Bergaya unik dengan bangsal bangunan memanjang bersilang searah empat penjuru mata angin. 

Dulu, Lapas ini menjadi tempat bagi tahanan politik nasional yang melawan penjajah Belanda. Presiden Pertama RI Soekarno juga pernah dipenjara di Lapas ini pada masa itu. Saat itu, Soekarno ditempatkan di sel Kamar No. 1 di Blok Timur atas.

Tak heran, penjara yang sudah berusia cukup tua dan menjadi bangunan cagar budaya ini, memiliki banyak tempat yang terbilang jarang disentuh. Bahkan, para sipir dan warga binaan Lapas Sukamiskin pun menyebut ada tempat yang cukup angker. Tempat itu jarang dipakai warga binaan atau petugas lapas.

Salah satunya adalah basement di salah satu sudut Lapas yang sudah bertahun-tahun tidak terpakai dan tidak tersentuh. Bahkan oleh petugas dan warga binaan dianggap angker serta menakutkan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut