Bahan Peledak, Peluru, dan AK47 di Gedung Tua Jalan Asia Afrika Bandung Pernah Ditimbun
Saat ini, polisi masih mendalami pemilik bahan peledak berbahaya tersebut dan keterkaitan dengan tindak pidana terorisme. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pemilik bangunan tua itu adalah DKH.
Namun diperoleh informasi, sebelumnya, gedung milik DKH atau ibu Inggrid tersebut dihuni oleh keponakannya berinisial SAM alias Acing yang telah meninggal pada 3 Agustus 2021.
Bahan peledak, peluru, detonator, granat, dan senapan tersebut, kata Kabid Humas Polda Jabar, ditemukan saat DKH hendak merenovasi bangunan itu. DKH memerintahkan tukang membersihkan bangunan. Namun saat membersihkan, tukang menemukan benda mencurigakan.
"Temuan itu kemudian dilaporkan ke BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Laporan kemudian dilanjutkan ke Polrestabes Bandung dan Brimob Polda Jabar," ujar Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Brimob Polda Jabar, tutur Kabid Humas, lalu memeriksa barang-barang mencurigakan yang tersimpan di rak. Sementara itu, saat ini, bangunan tua lokasi penemuan bahan peledak tersebut masih dipasangi garis polisi.
Densus 88 Antiteror Polri pun turun tangan untuk mendalami kasus ini guna memastikan terkait tindak pidana terorisme atau tidak. Petugas Polrestabes Bandung dan Polda Jabar, tutur Kabid Humas Polda Jabar, akan memeriksa saksi agar diketahui dari mana sumber bahan peledak itu.
Editor: Agus Warsudi