Asal-Usul Telaga Warna, Kisah Putri Raja yang Serakah Berwatak Keras dan Manja
Prabu Swarnalaya dan Ratu Purbamanah begitu sedih. Mereka sudah lama menjalani pernikahan, usia pun semakin tua, tetapi belum juga dikaruniai anak. Prabu Swarnalaya pun meminta bantuan ahli nujum istana.
Sang ahli nujum mengatakan, Prabu Swarnalaya harus bertapa di gua Gunung Nas. Akhirnya dia menuruti saran ahli nujum dan bertapa di Gunung Mas tanpa diketahui siapa pun.
Pertapaannya pun selesai. Dia pulang ke istana Kuta Tanggeuhan dan menunggu. Beberapa bulan kemudian, suatu hari Ratu Purbamanah tiba-tiba pingsan kala sedang berjalan-jalan di taman.
Tabib yang bertugas mengobati mengatakan, permaisuri cantik itu sedang mengandung. Bahagia lah hati Prabu Swarnalaya dan Ratu Purbamanah. Seluruh rakyat kerajaan juga ikut bergembira dan menanti lahirnya anak mereka.
Setelah penantian panjang, akhirnya Ratu Purbamanah melahirkan bayi perempuan cantik. Ketika bayi tersebut berumur tujuh hari, istana mengadakan syukuran besar-besaran melalui pesta rakyat yang diselenggarakan selama tujuh hari tujuh malam.