Asal-usul Nama Jatinangor, Ternyata Berasal dari Pohon Jati
Selain itu, sumber lain menyebutkan bahwa penamaan Jatinangor diambil dari kata pohon jati, sedangkan kata nangor berasal dari kata nagog yang berarti jongkok atau menghadap ke bawah.
Dulunya, Jatinangor adalah perkebunan teh dan pohon karet yang dikuasai dan dikelola oleh perusahaan swasta milik Belanda. Perusahaan tersebut bernama Maatschappij tot Exploitatie der Baud-Landen yang berdiri tahun 1841, dengan luas 962 hektare.
Disebutkan juga bahwa perusahaan tersebut milik Abraham Baud atau Baron Baud. Untuk mengelola perkebunan tersebut, ia membangun sebuah menara lengkap dengan lonceng di bagian puncaknya. Menara itu dikenal dengan nama menara Loji yang kini terletak di kawasan Kampus ITB Jatinangor.
Pada 1916, dibangunlah jalur rel kereta api rute Rancaekek dan Tanjungsari untuk mempermudah distribusi pengelolaan hasil perkebunan dengan panjang 15 kilometer.
Pembangunan jalur kereta api pun didukung oleh perusahaan kereta api milik Belanda yakni Staat Spoorwagen Verenigde Spoorwegbedrijf. Akhirnya setelah kemerdekaan Indonesia, perkebunan Jatinangor dinasionalisasikan milik Pemerintahan Daerah (Pemda) Sumedang yang kemudian kawasan seluas 3.285,5 hektare itu dibagi menjadi 7 wilayah peruntukkan.
Itulah asal-usul nama Jatinangor sebagai wilayah yang secara administratif pemerintahan menjadi bagian dari Kabupaten Sumedang.
Editor: Asep Supiandi