Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Boneka Arwah Paling Seram di Dunia, Nomor 3 Rambutnya Terus Memanjang
Advertisement . Scroll to see content

Apakah Fenomena Mengadopsi Boneka Arwah, Wajar? Ini Kata Dosen Psikologi Unpad

Sabtu, 08 Januari 2022 - 10:21:00 WIB
Apakah Fenomena Mengadopsi Boneka Arwah, Wajar? Ini Kata Dosen Psikologi Unpad
Fenomena mengadopsi boneka arwah. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

“Pada usia anak, ketika dia berkomunikasi dengan boneka, seolah-olah bonekanya hidup dan menjadi teman bermain itu adalah sesuatu yang wajar. Kita tidak menganggapnya wajar ketika di tahapan usia lanjut, mereka memperlakukan boneka dengan cara yang sama,” tuturnya.

Ketika di usia dewasa seseorang masih memperlakukan boneka sepertianak-anak, kata Retno Hanggarani Ninin, maka ada sesuatu dari kondisi psikologinya yang mendorong dia membutuhkan atau melakukan cara tersebut.

Ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi persoalan hidup secara mandiri kadang kala membuatnya memperlukan teman untuk mendengar, berdiskusi, dan berbicara. Ketiadaan pendamping yang bisa diajak mendengar, berkomunikasi, dan memberikan dukungan, bisa jadi membuat seseorang memilih untuk memiliki “teman komunikasi” yang lain.

“Kalau kita lihat, pada umumnya, berdasarkan tradisi dan budaya, perilaku itu bisa jadi tidak lazim. Akan tetapi, kenyataannya ada orang yang memilih cara itu untuk membuatnya memiliki teman berkomunikasi atau teman hidup. Padahal, ‘teman’ yang dia pilih itu tidak bisa menjadi partner untuk memberikan komunikasi atau emosi balasan,” ucap  Retno Hanggarani Ninin.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut