Apakah Fenomena Mengadopsi Boneka Arwah, Wajar? Ini Kata Dosen Psikologi Unpad
Namun, tidak semua orang memiliki pengalaman positif dalam proses tumbuh kembangnya. Ada pengalaman pola asuh, pendidikan, dan relasi tertentu yang bisa membuat kemampuan psikologis tadi menjadi kurang mumpuni atau bahkan tidak dimiliki.
Ketidakmampuan untuk bertahan tersebut mendorong seseorang memilih cara-cara tertentu untuk menguatkan. Salah satunya menggunakan alat bantu seperti spirit doll.
“Pada dasarnya, jika seseorang dalam tumbuh kembangnya mengalami proses yang positif dan ideal, maka hal-hal itu tidak diperlukan,” ujar dosen psikologi ini.
Apakah perilaku mengadopsi boneka arwah itu wajar? Retno Hanggarani Ninin menuturkan, batas kewajaran terhadap fenomena ini bergantung pada peran yang diletakkan seseorang atau pemiliknya kepada boneka tersebut.
Jika anak-anak yang bermain boneka dan memperlakukannya seperti teman, itu merupakan sebuah kewajaran dari perspektif tumbuh kembang, karena faktor usia.