Ada 50 Surga Tersembunyi di Jabar, Tersebar di 10 Kabupaten
Dedi mengemukakan, Diparbud Jabar optimistis, dengan kekayaan alam yang dimiliki, industri pariwisata bakal segera bangkit setelah mengalami keterpurukan. Terlebih, potensi kekayaan alam itu pun ditopang dengan kekayaan budaya dan sejarah hingga kuliner serta belanja.
"Di dalam masa pemulihan (ekonomi) ini, kita ingin mencoba lebih ke alam karena lebih terjaga, terbuka, udara segar, cocok untuk masa pandemi. Selain destinasi alam, kita juga fokus kepada industri lokal supaya ekonomi kreatif kita jalan karena Jabar punya keunggulan di fesyen, kuliner, kriya, hingga film. Kita perkuat pemasarannya," ujar Kadisparbud Jabar.
Dedi menuturkan, Disparbud Jabar bersama disparbud kabupaten/kota dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap fokus melakukan upaya cegah dini atau early warning untuk menekan potensi penularan Covid-19 di tempat wisata.
Penegakan protokol kesehatan (prokes) hingga pengetesan rapid antigen, kata Dedi, terus dipantau di 108 titik destinasi wisata yang tersebar di 27 kabupaten/kita di Jabar.
Disparbud Jabar telah menyiapkan 37.000 alat rapid test antigen. Sebanyak 3.757 alat di antaranya sudah digunakan. Hasilnya, satu orang dinyatakan positif Covid-19 di Tirtamaya, satu orang di waterboom Kota Cirebon, dan dua orang di Situ Lengkong Panjalu. Keempat orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu kini sudah menjalani isolasi mandiri.