Sengatan ubur-ubur ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani secara medis. Sebab, hewan yang disebut Pulus Jalatrong mempunyai racun yang cukup berbisa di setiap tentakelnya. Bahkan, reaksinya sangat cepat. Hanya dalam beberapa menit saja, wisatawan yang tersengat merasakan pusing, mual-mual dan gatal.
“Ubur-ubur yang berhasil ditangkap langsung kita musnahkan dengan cara dibakar. Tetapi karena jumlahnya sangat banyak, kami hanya mengambil yang terlihat mengambang di laut dan terdampar di pasir pantai,” katanya.
Sementara, Kepala Operasi dan SDM Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepulah mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengingatkan wisatawan agar tidak berenang karena saat ini pantai banyak ditemukan ubur-ubur. Imbauan itu disampaikan petugas penjaga pantai melalui pengeras suara. Namun, wisatawan tidak mengindahkannya.
“Dengan adanya kejadian serang ubur-ubur ini, baru wisatawan peduli, jadi ada hikmahnya juga. Setelah jatuh korban, wisatawan tanpa dikomandoi meninggalkan area pantai,” katanya.
Editor: Maria Christina