8 Tempat Bersejarah di Bandung, Nomor 2 Mengingatkan Pertempuran Terhadap Invasi Belanda
Pada 1879 Belanda membentuk perkumpulan di Bandung yang disebut Societeit Concordia. Tempat pertemuan Society Concordia pada awalnya merupakan toko untuk penduduk China perantauan.
Kemudian, pada 1895, toko itu dibeli dan diperluas. Bangunan ini dirancang pada 1921 oleh arsitek Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker menggunakan gaya Art Deco yang menekankan fungsionalitas dan struktur.
Setelah pembentukan Pemerintah Indonesia (1946-1950), dibentuk oleh pemerintah Haminte Bandung, Negara Pasundang dan Recomba Jawa Barat, gedung Concordia kembali digunakan sebagai gedung dewan umum. Pertunjukan seni, pesta, dan pertemuan publik lainnya biasanya diadakan di sini.
Sebelum Konferensi Asia-Afrika, gedung Societeit Concordia diserahkan kepada pemerintah Indonesia, setelah itu direnovasi dan diperbaharui untuk memenuhi kebutuhan Konferensi Asia-Afrika 1955.
Pada 7 April 1955, gedung ini berganti nama menjadi Gedung Merdeka Soekarno. Presiden mengubah nama jalan dari Jalan Pos menjadi Jalan Asia-Afrika, penamaan Gedung Merdeka didorong oleh perjuangan kemerdekaan negara-negara Asia dan Afrika yang masih terjajah.