8 Tempat Bersejarah di Bandung, Nomor 2 Mengingatkan Pertempuran Terhadap Invasi Belanda
Latar belakangnya tidak lepas dari keberadaan Dutch East Indies Astronomical Society (NISV) atau masyarakat Astronomi Hindia Belanda. Pada September 1920, NISV mengadakan pertemuan di Hotel Homann Bandung.
Dari pertemuan ini muncul ide untuk membangun sebuah observatorium besar di Hindia Belanda. Persiapan pembangunan observatorium dimulai pada 1920-1923.
Konstruksi yang sebenarnya terjadi pada 1923. Wolff Schoemaker kemudian ditunjuk sebagai arsitek. Pondasinya dibangun oleh De Hollandsche Beton Maatschappij.
Observatorium ini dibangun dengan dana Karel Rudolf Bosscha (1865-1928), seorang pengusaha perkebunan di kawasan Priangan. Dalam pembangunan observatorium ini, Bosscha mendapat bantuan dari pemilik peternakan sapi perah “Baroe Adjak” Ursone Brothers berupa lahan seluas 6 hektar di kawasan Lembang.
Observatorium selesai dan diberi nama Bosscha Starwatch. Nama Bosscha diberikan untuk menghormati karya Karel Rudolf Bosscha.