7 Bulan Insentif Penanganan Covid Tak Turun, Nakes KBB Ingin Segera Cair
"Ini pernah terjadi tahun lalu, dan insentif dibayarkan sampai Desember 2020. Tapi untuk yang 2021 ini belum ada kabar," ujarnya.
Mereka juga mengkritisi sarana dan prasarana bagi nakes yang langsung bersentuhan dengan pasien terpapar Covid-19. Namun meski banyak permasalahan yang dihadapi, dia dan nakes lainnya tetap bekerja secara profesional menangani pasien Covid-19 yang saat ini masih tinggi.
"Lelah iya, capek juga, tapi kami tetap bekerja profesional agar pasien sembuh dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir," ujar dia.
Kepala Dinas Kesehatan KBB Eisenhower Sitanggang belum memberikan jawaban terkait keterlambatan pencairan insentif nakes tersebut. Sementara anggota Komisi IV DPRD KBB, Iwan Setiawan menyayangkan belum turunnya insentif bagi para garda terdepan penanganan Covid-19 tersebut.
Informasi yang diperolehnya, persoalan itu terjadi akibat adanya kendala pemberkasan pengajuan ke Kemenkes. Sebab daerah tidak bisa secara parsial mengajukan dari satu per satu rumah sakit, tapi harus sekaligus. Sejauh ini pengajuan sudah dilakukan dan tinggal menunggu turun dari pusat.
Hal ini, kata Iwan, harus jadi pelajaran bagi Dinkes ke depannya supaya sigap dan cepat dalam pengajuan pemberkasan agar tidak ada keterlambatan. Sementara bagi pemerintah pusat juga mesti cepat membayarkan insentif ke para nakes, mengingat peran sentral mereka sangat penting dalam penanganan Covid-19.
"Harus segera ada solusi, nakes dalam penanganan Covid-19 semestinya dapat perhatian lebih. Pemkab Bandung Barat (Dinkes) harus secepatnya berkoordinasi untuk mencari jalan keluar, Komisi IV juga akan mendorong untuk mencari solusi," kata politisi Partai Demokrat ini.
Editor: Asep Supiandi