66 Pelaku UMKM di Kawasan Geopark Ciletuh Ikut Diklat Pemanfaatan Bambu
Kepala PPSDM Geominerba Bambang Utoro mengatakan, dengan mengikuti Diklat Pengembangan UMKM di kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi ini, para pelaku UMKM industri kreatif diharapkan dapat meningkatkan variasi produk. Tidak terbatas pada bambu, tetapi dapat dikombinasikan dengan material atau bahan lain.
"Semoga dengan diklat ini, produk-produk dari teman-teman pengajin semakin bervariatif, berkualitas, kapasitasnya produksinya meningkat serta jangkauan pemasarannya semakin luas, baik dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, baik dipasarkan secara langsung (offline) maupun melalui laman daring sosial media," kata Kepala PPSDM Geominerba.
Ketua Bidang Wira Usaha Baru Dekranas Endang Budi Karya Sumadi mengatakan, Diklat Pengembangan UMKM di Kawasan UGGp Ciletuh dengan Tema “Pengembangan Kerajinan Berbahan Baku Bambu” adalah salah satu upaya Dekranas bersama-sama Kementerian ESDM dan PPSDM Geominerba untuk mendorong munculnya para pelaku usaha kecil dan menengah dengan memanfaatkan potensi bambu.
"Saya berharap melalui diklat yang telah diikuti ini dapat meningkatkan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar, sehingga produk kerajinan kita dapat bersaing di pasar global, serta mengajak seluruh peserta untuk mendukung program pemerintah dengan menggalakkan kampanye "Bangga buatan Indonesia"," kata Endang.
Penutupan diklat yang berlangsung di Gedung Widaria Kencana, Sukabumi Sabtu (13/11), disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube PPSDM Geominerba.
Kepala PPSDM Geominerba Bambang Utoro dan Ketua Bidang Wira Usaha Baru Dekranas Endang Budi Karya Sumadi menutup diklat dengan membunyikan angklung, bersama dengan Penasihat Dharma Wanita Persatuan KESDM Ratna Arifin Tasrif.
Hadir pula perwakilan Pengelola UGGp Ciletuh Ahmad Riadi, narasumber diklat Wignyo Rahadi, Ketua Asosiasi Dunia Bambu Sukabumi Agus Ramdhan.
Editor: Agus Warsudi