60.000 Telur Nyamuk Wolbachia Dikembangbiakkan di Ujungberung Bandung untuk Tekan Kasus DBD
"Mudah-mudahan ini bisa jadi salah satu pelengkap untuk menurunkan jumlah kasus DBD di Bandung," ujar dia.
Ira Dewi Jani menuturkan, keberadaan nyambuk Wolbachia baru berdampak menurunkan kasus DBD diperkirakan butuh waktu satu atau dua tahun. Berdasar teori akan melepaskan ember berisi telur nyamuk Wolbachia setiap enam bulan.
Setiap bulan diharapkan sudah menetas. Terus diganti telur baru. Kalau sudah enam bulan dilepasliarkan, diharapkan proporsi nyamuk Aedes Aegypti Wolbachia di Kota Bandung bisa mencapai 60 persen, di alam, di lingkungan. Sisanya secara alamiah dengan perkawinan antarnyamuk di alam.
Ira mengatakan, pengembangbiakan puluhan ribu nyamuk Wolbachia ini, dilakukan oleh warga. Mereka yang dititipkan, sudah dibekali ilmu pengembangbiakan nyamuk Wolbachia dengan dibantu oleh perangkat lainnya seperti puskesmas setempat.
"Program ini tidak mungkin berhasil kalau tidak ada keterlibatan dari masyarakat. Setelah kita cek data dan dukungan warganya, nah di Ujungberung menjadi salah satu kecamatan yang besar paling banyak kasus DBD nya.
Kepala puskesmas sudah dilatih ke Yogyakarta untuk pilot project ini. Penerimaan masyarakat baik, karena sudah sejak awal disosialisasikan," tutur Kadinkes Kota Bandung.
Editor: Agus Warsudi