Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ancaman Sesar Lembang di Depan Mata, Pemerintah Hanya Miliki Satu Alat Deformasi 
Advertisement . Scroll to see content

560 Tahun Tak Gempa, Peneliti LIPI: Waspada Sesar Lembang di Batas Siklus Akhir

Kamis, 04 Februari 2021 - 20:56:00 WIB
560 Tahun Tak Gempa, Peneliti LIPI: Waspada Sesar Lembang di Batas Siklus Akhir
Peneliti Geoteknologi LIPI Mudrik R Daryono pada Ngobrol Santuy Online Sesar Lembang, Kamis (4/2/2021). (Foto: Arif Budianto)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id -Sesar Lembang diprediksi berada pada fase batas akhir siklus terjadinya gempa bumi. Sesar sepanjang 29 kilometer dari Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, ini diprediksi telah tidur selama 560 tahun. 

Peneliti Geoteknologi LIPI Mudrik R Daryono mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan, mencatat Sesar Lembang pernah aktif atau gempa besar pada tahun 1.450 masehi. Prediksi ini didasarkan pada uji paritan di Lembang. Angka ini juga menepis bahwa Sesar Lembang pernah gempa besar pada tahun 1.600 Masehi. 

"Dari uji paritan, kami mendapatkan bukti bahwa sesar Lembang pernah melepaskan energiinya pada tahun 1.450 an," kata Mudrik pada Ngobrol Santuy Online Sesar Lembang, Kamis (4/2/2021).

Berdasarkan hitungan itu, pihaknya menemukan bahwa Sesar Lembang memilki siklus gempa antara 170 hingga 670 tahun. Bila ditarik pada tahun ini, Sesar Lembang belum melepaskan energinya selama 560 tahun.

"Artinya, sesar Lembang diperkirakan berada di siklus akhir gempa bumi atau berada di fase gempa bumi. Kapan kejadiannya,  tidak ada yang tahu, bisa besok atau 100 tahun lagi," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut