5 Fakta Pengemis Pura-pura Cacat di Purwakarta, Nomor 4 Bikin Tepok Jidat
"Astagfirullah Pa, tangan saya cacat," ujar Nur.
Merasa tidak percaya dengan ucapan pengemis, Dedi terus meminta agar tangannya dikeluarkan dari dalam sarung. Bahkan sempat meminta bantuan warga di lokasi itu untuk membuka ikatan sarung yang menutup tangannya. Begitu dibuka, ternyata betul sesuai perkiraan bahwa pemgemis itu berbohong. Tangannya normal dan tidak ada cacat sama sekali.
3. Penghasilan lumayan besar
Dedi yang merasa penasaran dengan kehidupan pengemis itu, lalu mendatangi sebuah rumah di Gang Beringin Kelurahan Nagri Kaler. Di rumah itu, Dedi bertemu dengan suami Nur yang mengaku memiliki penghasilan sekitar Rp500.000 per minggu dari usahanya mencari rongsokan.
4. Punya dua sepeda motor
Dedi sempat melongo, ternyata di rumah pengemis itu terdapat dua sepeda motor yang salah satunya masih baru. Motor barunnya itu didapat secara kredit dengan cicilan Rp700.000 per bulan.
"Motor itu sudah saya cicil sejak enam bulan lalu Pa. Selama ini bisa tertutup dengan usaha mencari rongsokan," kata Agus, suami Nur.
5. Bukan asli warga Purwakarta
Selain itu, pasangan suami istri Agus dan Nur ini ternyata bukan asli warga Purwakarta. Mereka datang ke Purwakarta karena tidak betah tinggal di daerah transmigrasi di luar Jawa.