Berikut 5 Fakta yang dirangkum iNews dalam peristiwa kekacauan dalam demo anarkistis yang mengakibatkan tiga polisi mengalami luka bakar serius.
1. Pendemo Merupakan Massa Gabungan
Massa mendatangi Kantor DPRD dan Pemkab Cianjur untuk menyampaikan aspirasi. Mereka berasal dari kelompok yang mengatasnamakan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus, terdiri atas organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Di antaranya DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF, DPC IMM Cianjur dan PD Hima Persis Cianjur.
2. Massa Soroti Kinerja Pemkab Cianjur
Massa menilai Pemkab Cianjur tidak prorakyat. Banyak ketimpangan dan tak jelasnya arah 6 program strategis Cianjur Jago. Di sektor pendidikan, banyak hak guru yang masih terabaikan serta terjadi kapitalisasi sehingga belum terwujudnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Cianjur.
3. Massa Bentrok dengan Aparat
Aksi demonstrasi memanas setelah massa tak puas dengan jawaban yang mereka terima. Mereka mulai menguasai Jalan Siliwangi di depan Kantor Pemkab Cianjur hingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Aparat yang berjaga-jaga mulai bergerak agar massa tak berbuat lebih jauh. Benturan pun tak terhindarkan, saling dorong terjadi hingga menimbulkan kekacauan.
4. Insiden Bakar Ban
Massa memaksa memblokir jalan dengan cara membakar ban bekas. Ban itu ditemukannya di pinggir jalan dan langsung dibawa ke tengah lantas disulut api. Petugas merespons untuk bergegas memadamkan api dan mengamankan ban tersebut.