5 Desa Wisata Unik di Jabar, Suguhkan Alam dan Budaya Sunda
Rumah tersusun dari kayu dan bambu, sedangkan bagian atapnya terbuat dari daun nipah dan ijuk atau bisa menggunakan alang-alang. Pasalnya, ada larangan untuk membangun rumah dari genteng atau dinding bata, meski mereka mampu.
Meski begitu, bentuk rumah yang sederhana di area persawahan membuat kita seolah terhisap ke zaman dahulu dan itulah yang menjadi salah satu pesona Kampung Naga.
Berbagai upacara pun dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu seperti Upacara Pergantian Tahun tiap 27 Muharram dan penyucian benda atau senjata yang dianggap sakral tiap tanggal 12 Maulud.
Wisatawan yang berkunjung ke Kampung Naga bisa belajar bagaimana keseharian dan aktivitas budaya masyarakat setempat yang memegang teguh kearifan lokal dari leluhur. Salah satunya kaum pria wajib memakai iket dan larangan memakai baju kurung, tidak boleh bersepatu, dan bersandal. Namun, bagi pengunjung dari luar aturan itu tidak berlaku.
Untuk bisa menikmati suasana dan budaya di Kampung Naga, wisatawan tak perlu membayar tiket masuk. Pasalnya, masyarakat di sini sangat terbuka terhadap wisatawan. Bagi yang berminat untuk menginap pun diperbolehkan dengan menggunakan rumah warga.
Dari Kota Garut menuju Kampung Naga jaraknya sekitar 26 kilometer dan bisa ditempuh selama kurang lebih 1 jam. Sedangkan, dari Kota Tasikmalaya, jarak tempuhnya kurang lebih 30 kilometer.