Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Covid-19 Melonjak 8.077 Orang, Terbanyak DKI Jakarta dan Jawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

5 Desa Wisata Unik di Jabar, Suguhkan Alam dan Budaya Sunda

Sabtu, 29 Januari 2022 - 13:32:00 WIB
5 Desa Wisata Unik di Jabar, Suguhkan Alam dan Budaya Sunda
Anak-anak di desa wisata menyuguhkan seni dan budaya. (FOTO: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

Lelah berkelana di sekitar perkebunan, di Alamendah juga terdapat beberapa titik untuk camping ground, di antaranya Punceling Pass yang memiliki daya tarik air panas. Kemudian, di Kampung Cai Ranca Upas pengunjung bisa kemping sekaligus melihat rusa. Selain itu, wisatawan pun bisa menikmati pemandangan yang eksotis di sekitar area Kawah Putih. 

Masyarakat di Alamendah juga turut menghasilkan produk UMKM yang bisa dijadikan souvenir atau buah tangan yang bisa dibawa ke rumah, mulai dari kerajinan tangan, snack olahan strawberry, kopi luwak, aromanis, dan lainnya. Wisatawan juga bisa menyaksikan seni budaya yang dilestarikan masyarakat Alamendah, seperti karinding atau pencak silat.

Desa Wisata Alamendah ini bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi dengan dalam waktu sekitar dua jam dari Kota Bandung. Keberadaan Tol Soroja bisa membuat waktu tempuh menjadi lebih singkat, menjadi kurang 90 menit. Namun, bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan umum, bisa menaiki mobil elf jurusan Ciwidey-Bandung dari Terminal Leuwipanjang dan turun di Pasar Ciwidey.

2. Kampung Naga Tasikmalaya

Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya menawarkan keindahan alam dan budaya leluhur Sunda. (Foto: ISTIMEWA)
Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya menawarkan keindahan alam dan budaya leluhur Sunda. (Foto: ISTIMEWA)

Pusing dengan ingar-bingar perkotaan, bertandang ke Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya adalah salah satu obat mujarabnya. Kampung yang terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu ini berada di kawasan lembah yang tenang dan jauh dari keramaian kota.

Salah satu daya tarik dari kampung ini adalah kebijakan kampung yang menolak modernisasi. Mereka hidup bersahaja, tanpa lampu, tanpa listrik. Kesederhanaan itu juga tercermin pada rupa bangunan rumah di Kampung Naga yang masih berbentuk rumah panggung.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut