3 Kali Bus Pariwisata Gagal Dievakuasi dari Dasar Jurang Rajapolah Tasikmalaya, Ini Kendalanya
Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Sohet mengatakan, petugas mengerahkan tiga unit mobil derek dan terus berusaha mengevakuasi bus pariwisata yang berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.
"Sudah dilakukan tiga kali proses pengangkatan bus namun gagal dilakukan. Evakuasi terkendala oleh kondisi jurang yang curam dengan kemiringan sekitar 90 derajat dan kedalaman sekitar 20 meter," kata Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota.
"Korban meninggal dunia tiga penumpang dan satu kondektur bus. Bagian badan kondektur bus sempat hanyut terbawa air sungai dan kakinya tertinggal di dalam bus. Jumlah korban yang mengalami luka berat sebanyak enam orang dan 48 mengalami luka ringan," ujar Kabag Ops.
Saat ini, ujar Kompol Sohet, petugas masih mencari satu korban yang menurut keluarganya belum ditemukan. Namun menurut keterangan ada yang melihat korban sudah naik ambulans. "Informasi ini masih dilakukan konfirmasi dan akan dibuktikan," ujar Kompol Sohet.
Diketahui, bus pariwisata PO CTU nopol B 7701 TGA membawa sekitar 59 penumpang, rombongan guru SDN Sayang, Jatinangor, Sumedang dan keluarganya. Mereka hendak berwisata di Pangandaran.
Saat tiba di lokasi kejadian, bus yang dikendarai Dedi Kurnia Ilahi (59), melaju tak terkendali dan menabrak pohon besar di kiri jalan. Setelah itu, bus masuk ke jurang sedalam 20 meter.
Korban tewas di lokasi kejadian tiga orang dan satu meninggal di rumah sakit. Sedangkan korban luka ringan dibawa ke Puskesmas Rajapolah dan Jamanis. Sementara, enam korban luka berat dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Editor: Agus Warsudi