20 Orang di Garut Meninggal Dunia akibat HIV/AIDS, Dominan Hubungan Sesama Jenis
"Tentunya kami memperluas jaringan perawatan selain di rumah sakit, sejumlah puskesmas termasuk di wilayah Garut selatan sudah bisa dilakukan perawatan bagi kasus penyakit HIV/AIDS," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Garut, Denden Supresiana, menuturkan sebaran kasus HIV/AIDS saat ini telah terjadi di seluruh 42 kecamatan. Padahal sebelumnya masih ada beberapa wilayah kecamatan yang belum terdapat kasus penularan HIV/AIDS.
"Jumlah kasus HIV/AIDS paling dominan di wilayah perkotaan. Seperti Garut Kota, Tarogong Kidul, Karangpawitan, Tarogong Kaler, dan Cilawu. Lima kecamatan ini adalah wilayah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Garut," kata Denden.
Dia memaparkan kasus HIV/AIDS di Kecamatan Garut Kota mencapai 255 orang dengan rincian 118 AIDS dan 97 HIV, Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 118 kasus di antaranya 70 AIDS dan 48 HIV, Kecamatan Karangpawitan tercatat 64 kasus, 36 AIDS serta 29 HIV, Kecamatan Tarogong Kaler 64 kasus, 34 AIDS dan 30 HIV, serta Kecamatan Cilawu 42 kasus, 22 AIDS dan 20 HIV.
"Warga yang terinfeksi HIV/AIDS terdiri dari berbagai kalangan, mulai anak di bawah satu tahun hingga usia diatas 60 tahun. Akan tetapi yang paling dominan adalah usia produktif yakni antara 25 tahun hingga 39 tahun," ujarnya.
Menurutnya, dari data PKBI menunjukkan bahwa hingga Juni 2023 jumlah warga yang terinfeksi HIV/AIDS di Kabupaten Garut telah mencapai 1.074 orang.