2 Warga Sukatani Purwakarta Tewas akibat Miras, Dedi Mulyadi: Ciu Musuh Bersama
“Dia (Diki) biasa nongkrong di Ciranti. Gak tau minum apa. Sama temennya itu keluar pulang habis lohor (zuhur) terus masuk kamar. Dia baru keluar lagi subuh bilangnya sakit perut. Dibawa ke klinik terus ke Thamrin, dibilang udah gak ada (tewas),” ujar orang tua Diki.
Orang tua Diki pun menyatakan, selama ini anaknya terlihat baik dan pendiam. Sehingga tidak curiga anaknya menenggak miras oplosan. Tak jauh dari rumah Diki ada seorang korban lain bernama Yana.
Beruntung Yana selamat setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun ia sempat terkendala karena tidak bisa klaim BPJS dalam kasus keracunan miras.
“Diki bawa ciu satu plastik dari Pasar Anyar. Diminum berdua. Saya minum sekitar 4-5 sloki,” ujar Yana yang masih terlihat lemas usai menjalani perawatan.
Menurut Yana, seusai minum ciu beberapa menit kemudian perut terasa panas. Selanjutnya terasa sakit perut dan muntah-muntah. “Setelah itu saya gak inget apa-apa lagi. Sekarang alhamdulillah udah mending," kata Yana.