Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! 2 Bocah Kakak Adik di Sumedang Disiram Air Keras oleh OTK hingga Luka Permanen
Advertisement . Scroll to see content

2 Bocah Kakak Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Polisi Curigai Lingkungan Keluarga

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:30:00 WIB
2 Bocah Kakak Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Polisi Curigai Lingkungan Keluarga
Kasus Penyiraman Air Keras di Sumedang yang menimpa dua kakak beradik di Kecamatan Rancakalong, Jawa Barat. (Foto: iNews TV/Beben HVA)
Advertisement . Scroll to see content

SUMEDANG, iNews.id - Dua bocah kakak beradik di Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penyiraman air keras dalam dua kejadian berbeda. Polisi kini mendalami dugaan keterlibatan pelaku yang berasal dari lingkungan keluarga korban.

Korban masing-masing berinisial RPF (9) dan adiknya KSHZ (5). Kasus ini terungkap setelah pihak rumah sakit melaporkan kondisi korban kepada kepolisian usai menjalani perawatan medis.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopianasah menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada dua waktu berbeda, yakni 12 Mei dan 15 Juni 2026.

“Memang kami menerima laporan dua orang anak diduga menjadi korban penyiraman air keras. Untuk anak sudah kami amankan di rumah aman Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Peristiwa pertama dialami KSHZ (5) saat baru turun dari mobil usai berkunjung ke kerabat di wilayah Wado, Sumedang. Saat hendak buang air kecil, korban diduga dibuntuti orang tak dikenal sebelum kemudian disiram cairan ke wajahnya.

Sementara kejadian kedua menimpa kakaknya, RPF (9), yang juga disiram cairan diduga air keras setelah pulang bermain sepak bola.

AKP Tanwin mengungkapkan, kedua korban mengalami luka berat akibat insiden tersebut. Salah satu korban bahkan mengalami dampak permanen pada bagian tubuhnya.

“Kondisi anak mengalami luka permanen di mata sebelah kiri dan belakang. Untuk korban dua orang kakak adik,” katanya.

Saat ini kedua korban telah mendapatkan perawatan medis serta perlindungan di rumah aman yang dikelola Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumedang.

Polisi masih menyelidiki intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan orang terdekat korban.

“Kami masih memeriksa sekitar keluarga korban. Kami masih mendalami mengarah ke pelaku dari lingkungan keluarga,” ujar AKP Tanwin.

Tim Resmob Polres Sumedang juga turut dilibatkan untuk memperkuat proses pengumpulan bukti dan keterangan saksi.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih terus mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, serta menelusuri kemungkinan motif di balik dua peristiwa yang menimpa kakak beradik tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut