16 Korban Bencana Longsor Cimanggung Sumedang Ditemukan, 23 Masih Dicari
"Diduga di tiga sektor tersebut terdapat banyak korban yang masih tertimbun. Korban terakhir (Kusnandar) ditemukan tim SAR gabungan di sektor 3 atau lapangan voli," ujarnya.
Hingga saat ini, tutur Deden, total korban bencana tanah longsor akibat runtuhnya tebing setinggi 20 meter dan lebar 40 meter itu, 64 orang. Perinciannya, korban meninggal dunia sebanyak 16 orang, selamat 25, dan dalam pencarian sebanyak 23 sesuai laporan keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya.
"Pukul 14.45 WIB pencarian dihentikan sementara karena cuaca di lokasi hujan dengan intensitas deras, dan pencarian akan dilanjutkan jika hujan reda," tutur Deden.
Deden mengatakan, unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi korban longsor Cimanggung, Sumedang, antara lain, Basarnas Bandung, BPBD Jabar, BPBD Sumedang, PUPR Sumedang, TNI, Polri, PMI Jawa Barat, Dinkes Sumedang, potensi SAR. "Total kekuaan personil yang terdaftar di posko sebanyak 664 orang. Sedangkan total personel di lokasi longsor 172 personel," katanya.
Diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 16.45 WIB.
Longsor susulan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB yang menyebabkan lebih banyak korban tertimbun karna pada saat itu banyak warga dan Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan evakuasi dan pendataan terhadap jumlah korban pada longsor pertama.
Peristiwa memilukan ini terjadi akibat hujan deras dengan durasi lama dan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Akibat tingginya curah hujan, tebing setinggi 20 meter di belakang permukiman warga runtuh.
Editor: Agus Warsudi