138 Santri Penghafal Alquran di Garut Dapat Penghormatan dan Hadiah Uang dari Kuwait
Sambil menangis, Imelda menceritakan kisahnya selama mengikuti kegiatan menghafal Alquran. Dia harus memulai dari tahapan hafalan setiap juz selama satu tahun enam bulan, kemudian selama dua bulan proses hafalan untuk 30 juz.
“Ini semua karena Allah, hingga saya bisa. Persiapannya pertama, jelas niatkan pada harkatnya karena Allah, niat untuk menjadi lebih baik,” kata Imelda.
Santriwati asal Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut itu mengatakan, selama dua bulan hanya fokus mengikuti kelas khusus menghafal Alquran. Setiap hari, dia harus menghafal sampai selesai sebanyak 30 juz. “Selama dua bulan, kita dikhususkan untuk masuk kelas khusus, tidak mengikuti kegiatan pondok selama dua bulan,” katanya.
Bupati Garut Rudy Gunawan yang hadir dalam acara wisuda penghafal Alquran menyatakan bangga kepada para santri. Di usianya yang masih muda, mereka sudah mampu menghafal Al Quran.
Pemkab Garut siap mendukung untuk mencetak generasi penghafal Alquran. Salah satunya membuat peraturan daerah tentang pendidikan. Kemudian, membangun sarana dan prasarana untuk menunjang program hafalan Alquran tersebut.
“Kami akan membangun tempat tahfidz Quran bersamaan dengan kantor Baznas, perpustakaan muslim, dan ada tiga lantai. Untuk bangunan (anggaran) Rp6 miliar,” katanya.
Editor: Maria Christina