138 Santri Penghafal Alquran di Garut Dapat Penghormatan dan Hadiah Uang dari Kuwait
“Saat pulang ke rumahnya masing-masing mereka harus berdedikasi untuk bangsa dan negara,” katanya.
Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, KH Asep Solahuddin Mu’thie menambahkan, wisuda penghafal Alquran tersebut merupakan gelombang pertama. Selanjutnya, empat tahun berikut akan menggelar wisuda serupa.
Seluruh santri berprestasi yang diwisuda merupakan hasil seleksi dari sekian banyak santri. Mereka kemudian mengikuti setiap tahapan yang sangat ketat hingga akhirnya lulus menjadi penghafal Alquran.
“Program ini gelombang pertama. Nanti dimulai lagi yang baru sampai empat tahun, empat tahun sekali diwisuda,” katanya.
BACA JUGA: Asrorun Niam Sholeh Raih Penghargaan Santri of The Year 2019
Salah seorang santriwati penghafal Alquran dari Pondok Pesantren Darussalam Imelda Fitriana (16), mengaku senang bisa diwisuda sebagai penghafal Alquran bersama para santri lain.