Warga Desa Bondalem Buleleng Kembalikan Beras Tak Layak Konsumsi
BULELENG, iNews.id – Sejak Pemerintah Kabupaten Buleleng memutuskan untuk mengarantina Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, pascaditemukan transmisi lokal, seluruh asupan makanan warga ditanggung pemerintah. Sayangnya, sejumlah warga dilaporkan mengembalikan beras, yang dibagikan pemerintah karena dianggap tak layak konsumsi.
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan beras yang dibagikan ke warga itu merupakan beras cadangan milik pemerintah kabupaten, yang setiap tahunnya dijatah 100 ton. “Ketika pemerintah memutuskan untuk mengarantina Desa Bondalem, maka beras itu yang kita bagikan,” kata Gede Suyasa, saat menggelar jumpa pers di Buleleng, Kamis (7/05/2020).
Dia mengatakan, selama karantina Desa Bondalem, beras yang dibutuhkan warga sekitar 67 ton. Seharusnya jumlah itu sudah terpenuhi lebih dari 50 persen karena dipasok dari Bulog 30 ton, ditambah 10 ton dari pengadaan Pemkab Buleleng.
Saat minta pengiriman 30 ton dari Bulog, Suyasa meminta agar seluruh beras yang dibagikan kepada warga layak konsumsi. Dia menduga, karena pengiriman beras dalam jumlah banyak dibawa utuh dalam karung per 50 kilogram, kemungkinan ada beras yang kualitasnya kurang bagus dan tidak memungkinkan dicek satu per satu.
“Yang kondisinya tak layak konsumsi, saya sudah minta untuk dikembalikan, dan masih menunggu laporan berapa banyak yang dikembalikan warga,” ucap Suyasa yang juga menjabat Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Buleleng.