Virus Korona Disebut akibat Kebocoran Lab, Ilmuwan China Bantah dengan Sumpah
Komentar pembelaannya itu muncul setelah ilmuwan India menerbitkan makalah, yang menyebutkan para ahli China memasukkan gen dari virus HIV ke virus korona sehingga membuatnya rentan terhadap perawatan anti-HIV.
Makalah ini pun mengundang kritikan dari para ahli seluruh dunia dan dihapus dari jurnal biologi bioRxiv.
Dalam posting di Twitter, seorang profesor kimia Universitas Harvard, David Liu, mengatakan, pernyataan bahwa asal-usul nCoV tidak mungkin hadir secara kebetulan di alam dinilainya sangat mencurigakan.
"Ini merupakan kasus klasik seperti mencari kunci yang hilang hanya di bawah tiang lampu. Kondisi dunia yang sedang menakutkan ini tidak perli disulut dengan teori konspirasi dan analisis yang buruk," kata Liu.
Munculnya teori konspirasi soal nCov bermula dari kebocoran ini pertama kali muncul pada akhir Januari 2020. Tabloid Inggris Daily Mail, dan Amerika Serikat Washington Times menerbitkan artikel-artikel yang menyebutkan bahwa wabah virus korona merupakan dampak dari kekeliruan tak disengaja para peneliti senjata biologi rahasia di China.