Umat Hindu di Badung Rayakan Hari Saraswati dengan Protokol Kesehatan Ketat
Ni Luh Erawati menjelaskan, sejumlah protokol kesehatan yang diimplementasikan di antaranya wajib mengenakan masker dan mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan. Kemudian, mengikuti skema physical distancing yang sudah diatur menggunakan stiker penanda pengaturan jarak.
Selain itu, seluruh peserta upacara juga wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Khusus untuk petugas yang berinteraksi dengan peserta upacara lainnya, wajib mengenakan face shield atau pelindung wajah, serta sarung tangan.
“Mungkin sembahyang dengan menggunakan alat pelindung diri ini masih belum terbiasa. Tapi, ini tidak mengurangi makna dari persembahyangan dan memang harus dilakukan untuk mencegah virus corona,” katanya.
Ni Luh Erawati menambahkan, untuk siswa yang tidak dapat mengikuti persembahyangan di sekolah tetap diarahkan sembahyang secara mandiri di rumah masing-masing. Dia pun berharap pandemi Covid-19 dapat segera berakhir sehingga kegiatan di sekolah bisa dilakukan seperti biasa.
Editor: Maria Christina