Pasien Positif Korona yang Meninggal Dunia Dirawat di RSUP Sanglah Bali
Made menegaskan, WNA tersebut didiagnosa memiliki empat penyakit bawaan yang sudah cukup lama, yaitu diabetes mellitus, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru-paru menahun. Karena gejala-gejalanya dekat dengan penyakit yang sedang berkembang sekarang maka dia juga dalam pengawasan Covid-19.
Setelah mengetahui kondisi pasien tersebut, RSUP Sanglah telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga pasien, yaitu suaminya yang berada di Bali. Dari hasil komunikasi itu disepakati yang meninggal ini dikremasi di Pemakaman Mumbul tadi pukul 12.30 Wita.
“Karena pasien ini berada dalam pengawasan, maka penanganan jenazahnya juga dilakukan sesuai dengan protap penanganan jenazah untuk orang yang terinfeksi penyakit menular,” kata Dewa Made Indra.
Dia mengatakan khusus WNA yang meninggal ini, belum mendapatkan hasil tes laboratorium terkait Covid-19. Bahkan, Kadinkes Provinsi Bali sudah mencoba kontak dengan Kementerian Kesehatan. Khususnya dengan Dirjen P2P sebagai juru bicara untuk penanganan virus Covid-19 terkait pasien yang disebutkan kasus nomor 25 yang positif Covid-19.
“Kami sudah tracing masuk ke Bali 29 Februari 2020, kemudian 3 Maret 2020 mulai demam. Oleh keluarganya yaitu suaminya diantar ke salah satu rumah sakit swasta. Namun, suaminya sudah mengatakan bahwa istrinya ini memang menderita beberapa penyakit tersebut. Dengan demikian memudahkan tim dokter untuk melakukan penanganan karena penyakit bawaan,” katanya.