IPU ke-144 Nusa Dua Bali, Puan Maharani Soroti Keterwakilan Perempuan di Parlemen
NUSA DUA, iNews.id - Ketua DPR Puan Maharani menilai rendahnya keterwakilan perempuan di politik menunjukkan adanya defisit demokrasi. Karena itu, seluruh anggota Inter-Parliamentary Union (IPU) harus berada di garis terdepan mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan.
Hal itu dikatakan Puan Maharani dalam Forum of Women Parliamentarians pada Sidang ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Nusa Dua, Bali, Mingu (20/3/2022).
Puan mengatakan, defisit demokrasi merupakan kondisi yang menunjukkan prinsip-prinsip dasar demokrasi tidak ditemukan dalam praktiknya, misalnya terkait keterwakilan yang berimbang.
Menurut Puan, proporsi anggota parlemen perempuan di dunia masih belum mencapai 30 persen, meskipun ada kenaikan jumlah anggota dari 2020 ke 2021.
"Pada 2021, dari 73 orang yang terpilih sebagai ketua parlemen di seluruh dunia, 18 di antaranya atau 24,7 persennya adalah perempuan. Sementara itu, proporsi global anggota parlemen perempuan telah meningkat menjadi 26,1 persen, naik sebesar 0,6 persen," kata Puan Maharani, yang pada sidang ke-144 IPU bertugas sebagai pimpinan sidang majelis (assembly meeting).