Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Kedelai Naik Imbas Perang AS, Perajin Tempe di Jember Kelimpungan
Advertisement . Scroll to see content

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe di Buleleng Kurangi Produksi

Senin, 04 Januari 2021 - 12:28:00 WIB
Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe di Buleleng Kurangi Produksi
Salah satu perajin tempe di lingkungan Taman Sari Singaraja, Buleleng, Said (Foto: iNews/Pande Wismaya)
Advertisement . Scroll to see content

BULELENG, iNews.id - Harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu naik. Hal ini mengakibatkan pengusaha tempe dan tahu di Kabupaten Buleleng, Bali menjerit hingga mengurangi produksi.

Harga kedelai mengalami peningkatan sejak bulan Desember 2020 lalu. Bahkan, kini menembus Rp9.000 lebih per kilogramnya.

Salah satu perajin tempe di lingkungan Taman Sari Singaraja, Buleleng, Said telah mengurangi produksi tempe. Permintaan konsumen pun menurun karena harga tempe juga naik.

Said menjelaskan, dengan harga kedelai Rp9.000 per kilogram, dia menaikan harga tempe dan tahun Rp1.000 hingga Rp2.000. Langkah itu dia lakukan agar tidak rugi, tapi rupanya banyak konsumen yang memilih tidak membeli tempe tahu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut