Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk
Advertisement . Scroll to see content

Dampak Kenaikan Harga Kedelai Impor, Perajin Tempe Tahu di Rembang Menjerit

Minggu, 03 Januari 2021 - 17:43:00 WIB
Dampak Kenaikan Harga Kedelai Impor, Perajin Tempe Tahu di Rembang Menjerit
Bambang Sumantri, pembuat tempe dan tahu menjajakan barang dagangannya di Pasar Rembang. (iNews/Musyafa)
Advertisement . Scroll to see content

REMBANG, iNews.id – Perajin tempe dan tahu di Kabupaten Rembang menjerit, karena terdampak kenaikan harga bahan baku kedelai impor. Seperti yang dirasakan perajin tempe tahu di Gang Klampis Desa Sumberejo, Kabupaten Rembang, Bambang Sumantri. 

Ia mengatakan, semula harga kedelai hanya Rp7.600 per kilogram. Tapi lama kelamaan semakin meroket. Kenaikannya tidak per hari, bahkan sempat pada hitungan jam. Saat ini menembus Rp9.400, sedangkan tingkat eceran mencapai Rp10.000 per kilogram.

“Sudah terasa sebulan terakhir ini. Kenaikannya semula per hari, tapi kemudian per jam. Tentu saja membingungkan kita sebagai perajin, “ kata Bambang, Minggu (3/1/2021).

Bambang yang sudah menjadi perajin tempe tahu sejak tahun 1983 lalu berharap pemerintah menata tata niaga kedelai impor, supaya tidak mengalami lonjakan harga mengerikan seperti sekarang. Ia membenarkan perajin sangat mengandalkan kedelai impor, karena pertimbangan stok dan kualitas.

“Kedelai lokal, selain stok tidak mencukupi untuk produksi, kualitasnya juga nggak sebagus kedelai impor mas, “ katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut