“Saya tidak lupa juga, saya keluar karena teman-teman ASIM, Aliansi Suporter Indonesia Malaysia yang ada di sana, itu iuran patungan, nyewa pengacara di sana buat bayar akomodasi yang lain-lain. Sampai tiket pesawat kami pun yang hangus, kita dikembalikan di sana,” kata Iyan Ptada Wibowo.
Iyan bercerita, selama penahanan, dirinya dan kedua temannya selalu berada dalam satu ruangan. Semula ketiganya ditempatkan di lokap atau bilik tahanan 3, dikumpulkan dengan narapidana dari Korea dan China. Karena merasa risih, ketiganya akhirnya ditempatkan di lokap 6. Namun, lokap 6 juga ternyata sudah penuh. Mereka kembali dioper ke lokap 4 sebagai tempat menetap selama enam hari masa penahanan.
Terkait aktivitas selama di sel tahanan, Iyan enggan bercerita. Dia khawatir pernyataannya akan membuat Malaysia tersinggung dan berimbas terhadap perlakuan yang diterima Andreas Setiawan.
Editor: Maria Christina