Dia mengakui, sejak isu virus korona terus menyebar, penurunan wisatawan yang datang ke kawasan Tanjung Benoa menurun drastis.
Apalagi selama ini negara China merupakan penyumbang wisatawan terbanyak ke kawasan Tanjung Benoa dengan beberapa grup besar wisatawan setiap harinya.
"Kami seperti kehilangan induk sekarang ini, penurunannya sangat signifikan hampir 60 persen. Itu terjadi mulai dari tanggal awal bulan Februari lalu, saat ini turis China sudah tidak ada sama sekali," ujarnya.
Bahkan tak hanya wisatawan China yang sepi. Menurutnya beberapa hari terakhir kunjungan wisatawan dari negara-negara lain juga terlihat mengalami penurunan.
"Sekarang bisa dilihat seluruh kawasan Tanjung Benoa dari ujung selatan ke utara sepi sekali, operator water sport ada yang tutup, ada kosong," katanya.
Sejak ada kekhawatiran penyebaran virus korona itu, kata dia, Gahawisri Badung mencatat terjadi sejumlah pembatalan kunjungan wisatawan asal China yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.
"Kami tidak bisa melakukan apa-apa kalau sudah seperti itu. Kerugiannya lumayan. Harapan kami virus ini segera berakhir dan pariwisata bisa pulih seperti biasa, kami hanya bisa berdoa untuk memohon itu," ujarnya.
Editor: Reza Yunanto