Kisah Obie Ardi, Mantan Narapidana yang Kini Sukses Usaha Kuliner di Bangka Belitung
Obie Ardi membuka warung kopi di tepi muara Pelabuhan Acun-Ketapang Pangkal Balam Kota Pangkalpinang, dengan modal seadaanya. Waktu itu mereka mendapat omzet Rp600.000 dengan keuntungan bersih Rp100.000 - Rp150.000 per hari.
Warung kopi kemudian bertransformasi menjadi warung lempah kuning dengan satu orang karyawan, kemudian bertambah menjadi tujuh orang dan terus bertambah hingga saat ini miliki 32 orang karyawan dengan gaji standar Upah Minimum Provinsi (UMP).
Berkat doa dan keuletan serta rajin menolong orang yang kesusahan, usaha kuliner yang diberi nama Warung Lempah Kuning Muara Bang Obie dan Yuk Ria melejit hingga didatangi ratusan orang setiap harinya.
"Kami jual kopi dekat pelabuhan. Tiap hari kami sering mendapat ikan dari para nelayan, ikan kami lempah dan kami makan bersama nelayan. Ternyata banyak yang suka lempah kami dan akhirnya kami jualan lempah kuning ikan. Alhamdulillah waktu itu launchingnya dilakukan oleh Gubernur Babel periode 2017-2022, Erzaldi Rosman," kata Obie.
Tak disangka, karena cita rasa yang khas warungnya menjadi buah bibir para pecinta kuliner. Bahkan gaungnya terdengar hingga ke provinsi tetangga, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Pulau Jawa.